Taman Beji Samuan

  • Dibaca: 1120 Pengunjung
Taman Beji Samuan

Penglukatan Taman Beji Samuan terletak di Banjar Jemeng, Samuan Kawan, Carangsari, Petang – Badung, dengan jarak tempuh sekitar 19 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Areal penglukatan ini terletak dI tebing sungai dan  dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Suasana yang sejuk,  asri dan alami merupakan daya tarik tersendiri bagi areal ini yang dapat memikat pengunjung untuk datang. Selain itu bentuk kolam yang unik dan tidak biasa dibanding tempat penglukatan lain pada umumnya, membuat berbagai kalangan tertarik untuk datang dan berkunjung ke tempat ini, serta mengabadikan kedatangan mereka di media sosial yang kemudian membuat tempat ini semakin dikenal oleh khalayak ramai.

Areal penglukatan Taman Beji Samuan dipercaya oleh masyarakat setempat dihuni oleh seorang Rsi yang ditandai oleh terdengarnya sayup – sayup bunyi genta dari areal penglukatan padahal lokasinya terletak di tengah hutan. Dari kesaksian masyarakat sekitar, pernah juga melihat seorang Rsi yang sedang mesucian / mebersih di tempat ini, namun saat ditoleh kembali, Rsi tersebut tiba – tiba menghilang.

Untuk mencapai tempat penglukatan ini, pengunjung / pemedek harus melewati kurang lebih 340 anak tanggal di areal yang cukup terjal namun aman untuk dilewati. Selama perjalanan, kita akan dimanjakan oleh suasana alam Bali yang asri dan terbebas dari hiruk pikuk perkotaan. Pemberhentian pertama adalah Pelinggih Ratu Nyoman yang letaknya bersebelahan dengan kolam tempat penglukatan. Pada kolam tempat penglukatan terdapat tujuh pancoran yang merupakan rembesan air yang keluar dari belahan atau rembesan batu padas, sehingga masing – masing pancoran memiliki debit air yang berbeda beda. Selanjutnya turun kembali menuju Air terjun yang dipercaya sebagai tempat melinggih Ratu Niang. Uniknya air terjun ini hanya terjadi saat petani sekitar tidak memerlukan air untuk mengairi sawah mereka. Perjalanan dilanjutkan ke areal campuhan dan terakhir menuju Panglukatan Sudamala dan Rambut Sedana.

Bagi pemedek yang baru pertama kali tangkil, dapat membawa dua Pejati dan 15 Canang sari sebagai sarana persembahyangan.

  • Dibaca: 1120 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya