02 Agustus 2014 jam 09:37
good_view
           ANCAMAN VIRUS  HIV / AIDS
                  tetap waspada dan jauhi  perilaku beresiko
  

apbd

ikon-bupati1
  ikon-dprd1

info_legislatif

ikon-lpse
 

  ARTI LAMBANG KAB. BADUNG
  ikon-situs1

 INFO TATA RUANGINFO PENANGGULANGAN BENCANA

  ikon-kpubadung  ikon-panwaslu

  ikon-kpuprov
 
 

  ikon-bda
  ikon-narkoba
  ikon-pmi
 
ikon-kesehatan
 
ikon-naker

  ikon-beasiswa

 


  
    
Bagian ::   BERANDA arrow BERITA arrow Seputar Badung arrow Diikuti 70 orang Peserta

Diikuti 70 orang Peserta PDF Cetak E-mail

Badung Gelar Perencanaan Penganggaran Responsif Gender 

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara didampingi Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan I.A. Yutri Indah Gustari saat membuka pelatihan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender di Kabupaten Badung, Selasa (2/4).Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen agar pelaksanaan seluruh program ataupun kegiatan yang dilaksanakan di Badung memberikan porsi yang seimbang bagi kaum laki-laki dan perempuan. Tapi sampai saat ini diketahui bahwa  peran perempuan masih  belum optimal, karena hal tersebut maka diperlukan keterlibatan pemerintah  untuk memberikan dorongan, ajakan dan  ransangan yaitu dengan melaksanakan berbagai kegiatan yang langsung melibatkan kaum perempuan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara,SH.MM selaku Ketua Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG) Kab. Badung pada acara pelatihan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di Kabupaten Badung, Selasa (2/4) bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Pemberdayaan Perempuan Kab. Badung.

Ditambahkan pula bahwa pengarusutamaan gender dalam pembangunan telah mendorong semua pihak untuk bersedia melakukan pengarusutamaan gender agar seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dari seluruh sektor pembangunan telah memperhitungkan dimensi gender yaitu laki-laki dan perempuan sebagai pelaku yang setara dalam akses, partisipasi dan kontrol atas pembangunan. Peran perempuan dianggap belum optimal dilihat dari nilai IPG kabupaten tahun 2012 baru mencapai 75,23 sedangkan nilai IPM Kabupaten Badung tahun 2012 telah mencapai 75,29. Karena hal tersebut diharapkan agar nilai IPG bisa lebih baik pada tahun ini sehingga bisa sama dengan IPM melalui penguatan program dan kegiatan bersifat lintas sektor dan lintas bidang untuk kesehatan, pendidikan dan kehidupan ekonomi masyarakat yang lebih layak.

Disamping itu pula Suambara menyampaikan bahwa upaya pemerintah yang telah dilakukan  untuk memperkecil kesenjangan tersebut dengan mengeluarkan dan menempuh berbagai kebijakan seperti memasukkan pengarusutamaan gender dan perlindungan anak sebagai salah satu isu strategis dalam RPJMD, membentuk dan meningkatkan peran pokja dan focal point di masing-masing SKPD, menyusun panduan pengintegrasian isu gender ke dalam system perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah , menyusun peraturan Bupati nomor 29 tahun 2010 tentang pelaksanaan rencana aksi daerah pengarusutamaan gender serta peraturan Bupati nomor 17 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan anggaran rensponsif gender. Hal tersebut dilaksanakan dengan tujuan agar kebijakan dan program yang dikembangkan mampu mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki sehingga kesempatan, kemampuan dan penghargaan yang sama dapat tercapai. Karena hal tersebut dibutuhkan kerja keras semua pihak baik pemerintah,swasta maupun masyarakat dengan memahami prinsip-prinsip utama dalam pengarusutamaan gender. “Semoga pelatihan ini bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang proses penganggaran dan perencanaan yang responsif gender ,sehingga setiap unsur perencana di setiap SKPD mampu mengimplementasikannya pada setiap rencana,program dan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing sehingga keberhasilan tujuan MDG’s pada tahun 2015 dapat dicapai,” harap Suambara.

Disisi lain Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan I.A. Yutri Indah Gustari, SE.MM melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyiapkan SDM yang memilki perspektif gender guna mendorong akselerasi pengintegrasian isu-isu gender dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan di Badung. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari dan diikuti 70 orang peserta dari masing-masing SKPD. Para narasumber terdiri dari unsur Badan Diklat Provinsi Bali dan dari Pusat Study Wanita dan Perlindungan Anak Universitas Udayana.


Tanggapan Pengguna
Silakan Login utk menambah komentar




Saran dan Kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan situs ini di masa mendatang. Terima Kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya bagi keberlangsungan situs ini.


Pengelola Situs : Dinas Perhubungan Komunikasi & Informatika
Penanggung jawab : I Wayan Weda Dharmaja, S.IP., M.Si
Supervisi : Dewa Made Ardita, SE, MSi.
Pengarah : I Ketut Alit Astamaja, S.Sos
Web Master : Bidang Intel

Terima kasih kepada : Mambo Open Source dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya Situs ini.

   
 

cpnsd


apbd

WEBMAIL SKPD


Gambaran Umum
Pemerintahan
Transparansi Pengelolaan Anggaran Daerah
Pembangunan
Pelayanan Umum
INTRANET
Pariwisata
Tentang Bali
Rupa-rupa
Beasiswa
Informasi Beasiswa

 


Terdapat 16 pengunjung online
Situs ini telah dikunjungi 6131928 kali sejak 6 Juni'08