 Berhubung telah selesainya renovasi pembangunan gedung Kantor Lurah Legian, Kuta, Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta didampingi anggota DPRD Badung I Wayan Puspa Negara meresmikan Kantor tersebut yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, Jumat (30/7). Pada kesempatan ini turut hadir Kabag Humas dan Protokol I Gede Wijaya, Kepala BPMD I Putu Sridana, Camat Kuta I Wayan Weda Dharmaja beserta Tripika Kecamatan Kuta, para Lurah dan Bendesa Adat serta Kelian yang ada di lingkungan Kecamatan Kuta.
Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta dalam sambutannya mengatakan, keberadaan pusat pelayanan serta sarana dan prasarana pendukung yang memadai merupakan suatu keharusan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat umum. Terlebih kantor Lurah yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat terutama dalam hal pelayanan administrasi publik. Dengan fasilitas gedung yang baru dapat menambah semangat dan memotivasi para aparatur pemerintahan di lingkungan kelurahan Legian untuk semakin meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Lebih lanjut Sudikerta mengatakan, terwujudnya suatu pembangunan harus didasari dengan niat yang tulus iklas dan partisifasi dari masyarakat. Landasan untuk mewujudkan pembangunan ada 3 dasar yaitu Tri Hita Karana diantaranya; Parahyangan, Pawongan dan Palemahan yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Dalam melaksanakan pembangunan harus dimulai dari membangun Parahyangan, sebagai tempat memohon keselamatan agar segala yang akan dilakukan bisa tercapai. Sementara pelaksanaan pembanguan fisik harus diimbangi dengan pembangunan dibidang Pawongan dengan meningkatkan SDM masyarakat melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan yang nantinya dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Disamping itu dibidang Palemahan, Kabupaten Badung sebagai daerah pariwisata, harus tetap dipelihara agar lingkungannya selalu bersih dan asri sehingga para Wisatawan yang berkunjung ke Badung merasa nyaman. Sementara itu Lurah Legian Kompyang Gde Wibawa S.sos, Msi melaporkan, pelaksanaan pembangunan gedung Kantor Lurah Legian dilatarbelakangi oleh terus terendamnya areal kantor setiap musim hujan datang, selain dari akibat tidak mampunya Tukad Mati menampung debit air yang cukup tinggi. Juga dikarenakan posisi kantor yang lama lebih rendah dari badan jalan Sri Rama. Pada tanggal 11 Januari 2009 bencana banjir dengan ketinggian 1,5 Meter merendam Kantor Lurah yang menghancurkan sebagian arsip dan beberapa inventaris kantor, yang mana pada saat itu masyarakat secara bahu membahu mengevakuasi inventaris kantor dan mengungsi ke Gedung Wiswa Budaya Desa Adat Legian. Dengan kondisi tersebut kami bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat mengusulkan melalui Musrenbang Kelurahan serta Musrenbang Kecamatan dan akhirnya tahun 2010 pembangunan Gedung Kantor dapat terealisasi.
Silakan Login utk menambah komentar |