|
Pusaka Majapahit Bentengi Alam Bali Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan A.A. Gde Agung dan I Ketut Sudikerta tak pernah henti mengulurkan bantuan untuk masyarakat. Terbukti, Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Sudikerta, Minggu (7/3) lalu menyerahkan bantuan untuk warga Perumahan Taman Penta Jimbaran, Kuta Selatan di balai serbaguna setempat. Perumahan Penta Jimbaran yang terdiri dari tiga kelompok masing-masing kecipratan bantuan Rp 10 juta.
Kedatangan Wabup Sudikerta ke Jimbaran didampingi anggota DPRD Bali daerah pemilihan Badung, I Wayan Rawan Atmaja dan anggota DPRD Badung, yaitu I Ketut Suiasa, I Nyoman Sudarta, dan I Nyoman Kariana. Tampak pula Camat Kuta Selatan I Wayan Wijana, Kabag Pemerintahan Umum I Nyoman Soka, dan Lurah Jimbaran I Made Tarip Widarta. Wabup Sudikerta mengharapkan agar warga perumahan selalu meningkatkan rasa manyambraya, menjaga kerukunan dan kebersamaan sehingga tujuan pembangunan dapat tercapai sesuai harapan. “Bantuan yang diberikan pemerintah hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya guna meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan,” harap Sudikerta. Menyikapi kepedulian yang diberikan oleh Pemkab Badung, warga Taman Penta yang terdiri dari 404 KK memberi apresiasi positif. “Kami sangat merasakan kemajuan pembangunan di wilayah Badung sejak kepemimpinan Agung-Sudikerta,” tukas warga setempat. Penyucian Pusaka Di bagian lain, Wabup Sudikerta menghadiri ritual penyucian dan pasupati pusaka era Kerajaan Majapahit, akhir Pebruari 2009 lalu di Merajan Agung Bun, Sibang Kaja, Abiansemal. Pada acara yang dipuput oleh Ida Pedanda Wayahan Bun Pejeng Sanur itu dihadiri oleh pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih, pasemetonan Pasek, dan tokoh puri di Kabupaten Badung. Menurut Ketua Arya Wang Pinatih Badung, IGN Citra Umbara, pusaka yang bernama Naga Semara Bumi itu bermakna untuk memperkokoh alam Bali sehingga bisa terhindar dari segala bencana. Wabup Sudikerta mengharapkan agar taksu pusaka suci itu bisa menjadi spirit bagi warga Bali untuk selalu menjaga keamanan dan meningkatkan kewaspadaan, sekaligus mengingat perjalanan sejarah masa lalu. “Warga Bali hendaknya selalu mengingat sejarah Hindu, salah satunya dengan menyucikan pusaka warisan leluhur,” harapnya. Silakan Login utk menambah komentar |