07 September 2010 jam 17:08
good_view
              CEGAH "GLOBAL WARMING"
                  peduli  lingkungan agar tetap lestari 
 
 
  
Nama User

Sandi

Ingatkan saya
Pemberitahuan Ulang Kata Sandi
Belum menjadi anggota? Daftar

logo_badung_kecil

ikon-bupati

info_legislatif
INFO TATA RUANGINFO PENANGGULANGAN BENCANA
info_perempuan1info-pdam1

  pemilukada
  panwaslu
  kpu-bali
  porprov-9
 

  STATISTIK KAB. BADUNG
  BADAN NARKOTIKA KAB BADUNG  
  PMI CAB BADUNG
 
INFO KESEHATAN
 
INFO TENAGA KERJA
 

  info-lelang
  rumah-beasiswa


  

  honorer

 

Jajak Pendapat
Menurut anda bidang apakah yang perlu diprioritaskan dalam pembangunan Badung kedepan
  

Gambaran Umum
Pemerintahan
Pembangunan
Pelayanan Umum
INTRANET
Pariwisata
Tentang Bali
Rupa-rupa

 


Terdapat 32 pengunjung online
Situs ini telah dikunjungi 1382262 kali sejak 6 Juni'08

 
    
Bagian ::   BERANDA arrow PUPUTAN BADUNG 20 SEPTEMBER 1906

PUPUTAN BADUNG 20 SEPTEMBER 1906 PDF Cetak E-mail

Puputan Badung adalah sebuah bentuk perang perlawanan terhadap ekspedisi militer pemerintah kolonial Belanda V di Badung. Puputan Badung berarti pula bentuk reaksi terhadap intervensi penguasa Belanda terhadap kedaulatan masyarakat Badung. Bagi masyarakat Bali di Badung, puputan berarti juga sikap mendalam yang dijiwai oleh nilai-nilai luhur, yaitu ksatria sejati, rela berkorban demi kedaulatan dan keutuhan negeri (Nindihin Gumi Lan Swadharmaning Negara) membela kebenaran dan keadilan (Nindihin Kepatutan) serta berperang sampai tetes darah terakhir.

Oleh karena itu ”Puputan” yang menjadi tekad bersama raja-raja, para bangsawan dan seluruh rakyat di Badung sama sekali bukanlah refleksi keputusasaan, justru perang Puputan Badung 20 September 1906 merupakan fakta sejarah tak terbantahkan tentang jiwa kepahlawanan dan kemanunggalan raja dan rakyat Badung. Berdasarkan bukti-bukti historis yang ada, jelas bahwa raja-raja dan rakyatnya betul-betul tulus iklas dan berani (lascarya) melakukan perang ”Puputan” sebagai bentuk keputusan bersama untuk mempertahankan kedaulatannya dari Belanda.

Fakta sejarah Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906, akan tetap abadi tidak saja dalam catatan sejarah perjalanan negeri ini, namun juga dalam hati sanubari rakyat di seluruh negeri. Perang yang menelan 7000 korban jiwa itu patut menjadi suri teladan tidak hanya bagi rakyat Badung, namun bagi seluruh insan tanah air di masa kini, untuk senantiasa berjuang mencapai cita-cita kemerdekaan Bangsa Indonesia sampai titik darah penghabisan.

 

 

Sejarah Selengkapnya ....

 

 

 


Tanggapan Pengguna

Dikomentari oleh : wardhitaagung pada 2010-05-14 20:24:19
patut menjadi contoh bagi generasi muda di kab.badung,untuk berjuang mengisi diri dengan pengetahuan dan ketrampilan untuk bisa membangun daerah yang kita cintai ini.akhir kata badung mangupura kirang langkung nunas ampura
Silakan Login utk menambah komentar




Saran dan Kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan situs ini di masa mendatang. Terima Kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya bagi keberlangsungan situs ini.


Pengelola Situs : Dinas Perhubungan Komunikasi & Informatika
Penanggung jawab : I Made Sutama SH, MH
Supervisi : Dewa Made Ardita, SE, MSi.
Pengarah : I Ketut Alit Astamaja, S.Sos
Web Master : Ir. I Made Aryawan

Terima kasih kepada : Mambo Open Source dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya Situs ini.