09 September 2010 jam 22:57
good_view
    WASPADA FLU BURUNG ...!
     segera laporkan bila ada unggas yang mati mendadak
    di lingkungan sekitar anda
 
  
Nama User

Sandi

Ingatkan saya
Pemberitahuan Ulang Kata Sandi
Belum menjadi anggota? Daftar

logo_badung_kecil

ikon-bupati

info_legislatif
INFO TATA RUANGINFO PENANGGULANGAN BENCANA
info_perempuan1info-pdam1

  pemilukada
  panwaslu
  kpu-bali
  porprov-9
 

  STATISTIK KAB. BADUNG
  BADAN NARKOTIKA KAB BADUNG  
  PMI CAB BADUNG
 
INFO KESEHATAN
 
INFO TENAGA KERJA
 

  info-lelang
  rumah-beasiswa


  

  honorer

 

Jajak Pendapat
Menurut anda bidang apakah yang perlu diprioritaskan dalam pembangunan Badung kedepan
  

Gambaran Umum
Pemerintahan
Pembangunan
Pelayanan Umum
INTRANET
Pariwisata
Tentang Bali
Rupa-rupa

 


Terdapat 50 pengunjung online
Situs ini telah dikunjungi 1386962 kali sejak 6 Juni'08

 
    
Bagian ::   BERANDA arrow Hari Istimewa

Hari Istimewa PDF Cetak E-mail

Setiap pura di Bali baik yang besar maupun yang kecil / tugu termasuk pura keluarga memiliki hari tertentu untuk upacara piodalannya. Piodalan itu dirayakan setiap 210 hari menurut kalender Bali. Karena demikian banyaknya Pura di Bali, sehingga hampir setiap hari ada saja upacara piodalan yang berlangsung. Di samping itu ada juga hari raya yang berlangsung serempak di seluruh Bali seperti Galungan, Kuningan, Saraswati dan Nyepi. Berikut adalah sebagian hari besar Hindu tersebut:

Galungan
Image Pada hakekatnya Galungan adalah perayaan bagi kemenangan "Dharma" (kebenaran) melawan "Adharma"(Kebatilan). Tuhan sebagai pencipta dipuji dan di puja, termasuk leluhur dan nenek moyang keluarga diundang turun ke dunia untuk sementara kembali berada di tengah - tengah anggota keluarga yang masih hidup. Sesajen menyambut kedatangan leluhur itu disajikan pada sebuah tugu di "Merajan / sanggah" keluarga. Penjor selamat datang dibuat dari bambu melengkung, dihiasi janur dan bunga dan diisi sanggah di bagian bawahnya serta hiasan lamak di pancang di depan pintu masuk rumah masing-masing. Semua orang keluar ke jalan dengan berpakaian baru yang indah, mengunjungi sanak saudara dan handai tolan, sambil menikmati kebesaran hari raya tersebut.


Kuningan
Image Hari raya ini datangnya sepuluh hari setelah Galungan. Ini adalah hari raya khusus, dimana para leluhur yang setelah beberapa saat berada dengan keluarga sekali lagi disuguhkan sesajen dalam upacara perpisahan untuk kembali ke stananya masing-masing. Sedangkan di pedesaan ada beberapa Barong "ngelawang" beberapa hari diikuti sekolompok anak-anak dengan tetabuhan / gambelan.


Nyepi
Nyepi adalah hari raya tahun baru caka bagi umat Hindu. Selama 24 jam penuh kesunyian dan keheningan dijaga dan dihormati semua orang, lalu lintas kendaraan di larang, tidak boleh menyalakan lampu ataupun bekerja, setiap orang harus tinggal di rumah, sehingga kegiatan masak harus dilakukan pada hari sebelumnya.

ImageSehari sebelum hari raya Nyepi, upacara kurban suci untuk menenangkan roh-roh jahat dilakukan di setiap perempatan jalan, kemudian diikuti dengan pengusiran bhuta kala. Upacara ini dilakukan disenja hinga malam hari dimana sekelompok anak- anak, banjar dan gang-gang berkumpul / berbaris membawa bunyi-bunyian dan obor letupan-letupan terus dilakukan untuk menakuti-nakuti roh jahat tersebut agar keluar jauh dari desa masing-masing. Secara tradisi, pada hari Nyepi semua orang tinggal dirumah berpuasa, meditasi/semedi dan bersembahyang, namun hanya keluarga brahmana yang banyak melakukan hal ini.


ImageSaraswati
Hari raya ini khusus ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Aji Saraswati, Dewi Ilmu pengetahuan dan sastra. Hari raya ini dilakukan sekali dalam 210 hari (sesuai kalender Bali). Setiap orang sehari itu dilarang membaca / menulis, sementara sesajen disiapkan bagi ilmu pengetahuan dalam bentuk buku, lontar dan benda benda lain yang berhubungan dengan sastra dan ilmu pengetahuan.


ImageTumpek Landep
Hari raya ini adalah khusus untuk pande besi dan juga bagi segela bentuk benda-benda suci terbuat dari logam dan kini bahkan sepeda motor dan mobil juga diberkati dengan sesajen memohon keselamatan.


Tumpek Uduh 
Hari raya ini adalah hari raya khusus yang ditujukan untuk memuja Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi pepohonan dan tumbuh-tumbuhan khususnya pohon kelapa, sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam upaya mensejahterakan hidupnya.

Tumpek Wayang
Hari raya ini adalah khusus untuk wayang kulit dengan segala peralatannya. Wayang, gedog dan peralatannya dibersihkan lalu disiapkan sesajen.

Some Ribek
Hari raya ini ditujukan kepada Dewi / Bethari Sri (Dewi Padi dan kesuburan). Pada hari ini penjualan, penggilingan dan transaksi jual beli biasanya ditiadakan untuk menghormati hari suci tersebut.


Ciwa Latri
Adalah malam penebusan dosa, memohon pengampuan kepada Tuhan yang Maha Esa atas dosa-dosa yang telah diperbuat. 



Tanggapan Pengguna
Silakan Login utk menambah komentar




Saran dan Kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan situs ini di masa mendatang. Terima Kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya bagi keberlangsungan situs ini.


Pengelola Situs : Dinas Perhubungan Komunikasi & Informatika
Penanggung jawab : I Made Sutama SH, MH
Supervisi : Dewa Made Ardita, SE, MSi.
Pengarah : I Ketut Alit Astamaja, S.Sos
Web Master : Ir. I Made Aryawan

Terima kasih kepada : Mambo Open Source dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya Situs ini.