07 September 2010 jam 16:54
good_view
    WASPADA FLU BURUNG ...!
     segera laporkan bila ada unggas yang mati mendadak
    di lingkungan sekitar anda
 
  
Nama User

Sandi

Ingatkan saya
Pemberitahuan Ulang Kata Sandi
Belum menjadi anggota? Daftar

logo_badung_kecil

ikon-bupati

info_legislatif
INFO TATA RUANGINFO PENANGGULANGAN BENCANA
info_perempuan1info-pdam1

  pemilukada
  panwaslu
  kpu-bali
  porprov-9
 

  STATISTIK KAB. BADUNG
  BADAN NARKOTIKA KAB BADUNG  
  PMI CAB BADUNG
 
INFO KESEHATAN
 
INFO TENAGA KERJA
 

  info-lelang
  rumah-beasiswa


  

  honorer

 

Jajak Pendapat
Menurut anda bidang apakah yang perlu diprioritaskan dalam pembangunan Badung kedepan
  

Gambaran Umum
Pemerintahan
Pembangunan
Pelayanan Umum
INTRANET
Pariwisata
Tentang Bali
Rupa-rupa

 


Terdapat 27 pengunjung online
Situs ini telah dikunjungi 1382250 kali sejak 6 Juni'08

 
    
Bagian ::   BERANDA arrow Religi

Religi PDF Cetak E-mail


ImageHindu Dharma / Agama Hindu adalah Agama yang dianut oleh sekitar 95% dari jumlah penduduk Bali, sedangkan 5% sisanya adalah penganut agama Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Kong Hu Cu. Tujuan hidup sesuai ajaran Hindu adalah Untuk mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup lahir dan bathin / Moksartham Jagadhita ya ca iti dharma.

Didalam usaha mencapai tujuan itu, masyarakat Hindu mewujudkannya melalui tiga kerangka dasar yaitu :
(1). Tatwa / Filosofi,
(2). Susila / etika, norma,
(3). Upacara / yadnya
, yang kemudian dijabarkan ke dalam beberapa ajaran keyakinan.

(1). Tattwa (Philosophy)
dibagi menjadi 5 kepercayaan utama yang disebut Panca Crada atau lima kepercayaan yang mendasar.
Brahman : Percaya kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa (satu Tuhan).
Atman : Percaya kepada keberadaan roh.
Samsara : Percaya dengan adanya penjelmaan kembali / reinkarnasi.
Karma Phala : Percaya kepada hukum sebab-akibat (seseorang akan memperoleh kembali apa yang diperbuatnya).
Moksha : Percaya kepada kemungkinan menyatunya atman / roh  dengan Tuhan.

(2). Susila ( Etika )
Ajaran ini menekankan kepada Tiga prilaku yang baik, yang disebut dengan Tri Kaya Parisudha, yaitu : Manacika (berfikir yang baik dan positif), Wacika (berkata-kata yang baik dan jujur), Kayika (berbuat yang baik).
Di samping itu, ajaran Hindu juga mengharapkan penerapan prinsip Tat Wam Asi dalam hidup sehari-hari, Engkau adalah aku juga. Dengan kata lain kita harus dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain.

(3). Upacara (Yadnya)
Upacara ini ditujukan kepada lima aspek
Dewa Yadnya : Upacara suci / yadnya yang ditujukan untuk memuliakan  Tuhan Yang Maha Esa, Dewa / Bathara
Pitra Yadnya : Upacara suci / yadnya yang ditujukan kepada roh-roh leluhur (Yadnya setelah kematian).
Rsi Yadnya : Upacara suci / yadnya bagi para Pendeta, Rsi, dll.
Manusa Yadnya : Upacara suci /yadnya bagi umat manusia dari sejak lahir (bayi dalam kandungan) hingga perkawinan.
Bhuta Yadnya : Upacara suci / korban suci untuk menetralisir pengaruh-pengaruh alam yang negatif termasuk dunia supranatural.

ImageAgama Hindu adalah agama yang monotheistik, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widi Wasa), Sang Hyang Tunggal, Sang Hyang Cintya. Oleh kebanyakan orang hal ini sering disalahartikani bahwa Hindu percaya kepada banyak Tuhan. Dewa / Bathara hanyalah manifestasi / sinar sucinya Tuhan. Kata Dewa berasal dari Bahasa Sansekerta "Div" yang berarti Sinar suci, Sedang kan Bathara berasal dari "Bhatr" berarti Pelindung. 

Dewa ataupun Bathara yang sering dimunculkan di Bali adalah Tri Murti / Trinity yaitu :
Brahma :Manifestasi Tuhan sebagai pencipta alam semesta dengan segala isinya,dengan diberi lambang Api.
Wisnu : Manifestasi Tuhan sebagai Pelindung/Pemelihara ciptaannya,yang dibori lambang dengan Air.
Siwa : ManifestasiTuhan sebagai Pemralina/Pelebur segala sesuatu setelah situasi, kondisi dan waktunya tiba.

Di Bali "Pendeta"  umumnya dipilih dari golongan Brahmana yang mampu untuk memimpin upacara besar, sedangkan Pemangku / Mangku Pura, bertugas untuk menjaga dan memelihara Pura dan dapat memimpin upacara termasuk Panca Yadnya.

Kitab suci agama Hindu adalah Weda yang berasal dari India, namun yang sampai di Bali adalah Catur Weda dan Weda Qirah yang hingga saat ini masih dipakai Pemangku atau Pendeta untuk memimpin upacara termasuk di dalam menjalankan kewajibannya. Di samping Weda, dalam ajaran Hindu juga dikenal kitab-kitab Purana, yang membicarakan tentang peranan Moralitas, ada juga dalam bentuk Maha Carita sepeti Mahabaratha dan Ramayana, dalam bentuk cerita Topeng, drama, opera, ballet dan sebaginya sebagai pengungkapan ajaran agama Hindu. Kepercayaan masyarakat Hindu Bali adalah kekuatan hidup yang meliputi kekuatan alam Pulau Bali yang sudah menggaung ke segala penjuru dunia.

ImageBali dengan penduduknya setiap hari menyanyikan lagu kasih sayang yang diperlihatkan dengan beraneka ragam rajutan dan anyaman sesajen terbuat dari daun kelapa muda, berlambang bunga semerbak wangi yang dilakukan hampir di setiap hari. Dengan pengorbanannya selalu memikirkan alam sekitar, menghaturkan sesuatu yang diperoleh kepada Tuhan, dengan harumnya aroma dupa di tangan, membaca mantra suci dengan gerakan tangan penuh makna, memercikkan air suci memohon keselamatan. Dengan prosesinya yang panjang atau dengan sederhana penuh kerendahan hati, gemar bekerja, memberkati anak-anak, memberikan senyum dan lambaian tangan persahabatan selalu dilakukan. 

Dalam masyarakat Bali terasa adanya hubungan pencerahan, mereka merasakan dirinya dianugrahi perasaan yang tinggi, kekuatan dan kesejahteraan berkelanjutan di dalam hidupnya sehari-hari melalui keanekaragaman upacara agamanya. Orang Bali menganggap hidup ini adalah seni, menuju ketenangan dan kesunyian. Di mata Nehru, Bali adalah Dunia di pagi hari, sedangkan di mata orang Bali , Pulau Bali adalah Bali dalam kenyataannya di Bumi, dengan Gunung Agung sebagai "pusatnya dunia", sebagai tali pusar tempatnya dunia bersemi.

 


Tanggapan Pengguna

Dikomentari oleh : ibgPujaastawa pada 2010-05-25 08:47:30
Koreksi : 
Sepengetahuan saya, istilah baku yang digunakan untuk menyebut sistem keyakinan atau kepercayaan adalah "Religi" bukan "Relegi". 
 

Dikomentari oleh : badungadmin pada 2010-05-27 18:12:27
Terima kasih atas koreksinya.
Silakan Login utk menambah komentar




Saran dan Kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan situs ini di masa mendatang. Terima Kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya bagi keberlangsungan situs ini.


Pengelola Situs : Dinas Perhubungan Komunikasi & Informatika
Penanggung jawab : I Made Sutama SH, MH
Supervisi : Dewa Made Ardita, SE, MSi.
Pengarah : I Ketut Alit Astamaja, S.Sos
Web Master : Ir. I Made Aryawan

Terima kasih kepada : Mambo Open Source dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya Situs ini.